Senin, 09 November 2009

Pesawat Sederhana

PESAWAT SEDERHANA

  1. Pengertian Pesawat Sederhana

1. PENGERTIAN PESAWAT SEDERHANA

· Didalam Fisika pesawat biasanya disebut pesawat sederhana. Pesawat sederhana adalah alat-alat untuk memudahkan pekerjaan yang diperoleh dari gaya yang kecil menjadi gaya yang besar.

· Peralatan sederhana yang dapat disebut pesawat, misalnya: sendok obeng, sekrup, dan sapu.

· Pesawat memberikan banyak keuntungan antara lain:

a. Mengubah Energi

Contoh : dinamo dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik, mesin uap dapat mengubah energi panas menjadi eergi mekanik, turbin dan generator dapat mengubah energi air yang mengalir (bergerak) menjadi energi listrik.

b. Memindahkan Energi

Contoh : tang dapat digunakan untuk mencabut paku, dongkrak dapat digunakan untuk mengangkat gandar roda mobil sehingga rodanya dapat dilepas.

c. Memperbesar kecepatan

Contoh : sepeda dapat memperbesar kecepatan gerakan kita. Dengan memperbesar usaha kita dalam mengayuh sepeda, gerakan kita dalam menempuh jarak tertentu menjadi lebih cepat.

d. Mengubah Arah

Contoh : kita dapat menaikkan bendera pada tiang dengan bantuan katrol dan tali. Katrol mengubah arah gerakan sehingga pekerjaan yang kita lakukan lebih mudah.

  • Contoh-contoh pesawat sederhana:

  1. TUAS

Tuas: alat yang digunakan untuk mengungkit beban yang berat. Contohnya : linggis atau batang kayu. Linggis biasanya dipakai untuk mengungkit batu yang berat. Caranya dengan menaruh salah satu ujung linggis di bawah batu, kemudian ujung lainnya diangkat atau ditekan.

Titik T dimana tuas bertumpu di titik tumpu. Jarak dari titik T sampai ke garis kerja beban disebut lengan beban, dan jarak dari titik T sampai ke garis kerja gaya disebut lengan kuasa.

Makin panjang lengan kuasa, makin kecil gaya yang diperlukan untuk mengungkit beban tersebut. Beban adalah berat benda yang hendak diangkat, sedangkan kuasa adalah gaya yang diberikan pada tuas. Pada tuas yang berada dalam keadaan seimbang berlaku hubungan berikut :

beban x lengan beban = kuasa x lengan kuasa

atau

w. lb. = F. lk

Tuas mempunyai kentungan mekanik. Keuntungan mekanik adalah perbandingan antara beban yang diangkat dengan gaya yang diberikan.

Keuntungan mekanik ditentukan dengan rumus berikut :

M = w atau M = lk

F lb

ket: M = keuntungan mekanik

w = beban (N)

F = gaya/kuasa (N)

lk = lengan kuasa (cm)

lb = lengan beban (cm)

  • Tuas/pengungkit dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :

a) Tuas jenis I, yaitu tuas dengan susunan titik tumpu berada diantara titik beban dan titik kuasa. Contohnya : gunting, catut,dan tang.

b) Tuas jenis II, yaitu tuas dengan susunan titik beban berada dintara titik tumpu dan titik kuasa. Contohnya : gerobak dorong, dan pembuka kaleng.

c) Tuas jenis III, yaitu tuas dengan susunan titik kuasa berada diantara titik tumpu dan titik beban. Contohnya : lengan bawah kita sewaktu mengangkat benda, dan alat memancing ikan.

· Pesawat yang dimiliki prinsip kerja seperti tuas, misalnya : gunting, gerobak dorong, catut besar, roda gigi sepeda, alat dayung, capit arang, palu pencekam, dan lengan bawah dari tangan kita.

· CONTOH SOAL :

1. Dik : w = 300 N

lk = 40 cm

lb = 150 cm

Dit : F =......... ?

Jwb: F = lb . w

lk

= 150 cm . 300 N

40 cm

= 1.125 N

Jadi, F = 1.125 N

2. Dik : lk = 2 m = 200 cm

lb = 50 cm

F = 200 N

Dit :w =......... ?

Jwb: w = lk . F

lb

= 200 cm . 200 N

50 cm

= 800 N

Jadi, w = 800 N

3. Dik : w = 500 N

lb = 40 cm

F = 200 N

Dit : lk =......... ?

Jwb: lk = lb . w

F

= 40 cm . 500 N

200 cm

= 100 cm

Jadi, lk = 100 N

4. Dik : lb = 20 cm

lk = 100 cm

Dit : M =......... ?

Jwb: M = lb

lk

= 20 cm

100 cm

Jadi, M = 0,2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar